CURHAT PAGI

Antara senang atau sedih, antara bangga atau kecewa, antara nyata atau semu, hingga hari ini aku masih memampukan diri dan memantaskan diri berdiri disini, membersamai teman dan murid di sekolah tercinta.Satu tekad satu tujuan aku ikrarkan bersama demi kelanjutan generasi penerus yang berada di pundakku. Bagaimana generasi masa depan, bagaimana kelanjutan bangsa dan negara ini, tergantung dari tekadku mendidik anak-anak.

Aku sambut satu persatu kedatangan murid dan wali murid yang sudah menjadi tradisi anak kekinian antar jemput oleh orang tuanya. Jam 06.00 WIB sudah di pintu gerbang sekolah. Pembiasaan salam senyum sapa mempererat hubunganku dengan anak-anak dan wali murid. Pembelajaran  Kurikulum Merdeka yang berfokus pada materi yang esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan dari masing-masing karakteristik murid sudah mulai dilaksanakan sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan. Guru sebagai motivator proses pembelajaran, sehingga siswa berhasil manakala memiliki motivasi dalam belajar. Itu tekad yang terus kulakukan.

Namun ada banyak cerita yang tak pernah kuungkap, benar apa yang disampaikan oleh teman-teman kepala sekolah senior, bahwa pekerjaan kepala sekolah  tak kunjung selesai, jadi wajar tak ada yang berminat menjadi kepala sekolah. Sekarang, aku baru menyadari, setelah hampir setahun lamanya aku menjabat kepala sekolah, pekerjaan yang aku tekuni dengan senang hati, dengan semangat juang yang tinggi, dengan motivasi yang kuat, tapi kadang lama kelamaan sampai juga pada titik jenuh, letih, penat dan sempat di benak terfikir, apakah masih mampu melanjutkan perjuangan ini, sedangkan perjalanan masih panjang. 



Komentar